Jumat, 04 Februari 2022

EKONOMI KREATIF Oleh HASBIAH,B.SE


 Apa Itu Ekonomi Kreatif

Memasuki revolusi industri 4.0, banyak ekonomi kreatif yang bermunculan. Masyarakat mulai berkembang menciptakan bisnis baru yang lebih inovatif dan menarik agar dapat mengalahkan para kompetitor serta menarik minat para calon konsumen. 

Namun, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan ekonomi kreatif Indonesia? Lantas, apa saja contoh yang sudah berdiri atau bahkan dijalankan hingga sukses? 

Ekonomi yang kreatif didefinisikan sebagai konsep baru di bidang perekonomian yang mana mengutamakan kekayaan intelektual sebagai poinnya. Dari kecerdasan intelektual tersebut, dapat menghasilkan uang, menambah pendapatan, kesejahteraan masyarakat meningkat, serta membuka lapangan pekerjaan yang baru bagi anak-anak muda.

Contoh Ekonomi Kreatif Indonesia yang Sukses

Usai memahami apa itu ekonomi kreatif, kini saatnya untuk mengenali contoh ekonomi kreatif yang ada di Indonesia. 

1. Ekonomi Kreatif di Bidang Fashion

Pakaian merupakan kebutuhan primer masyarakat. Bisnis ini tidak akan pernah lekang oleh waktu. Seberapa maju teknologi, semua orang pasti akan memerlukan kebutuhan sandang dan mengutamakannya. 



Maka, fashion menjadi salah satu bidang yang masuk dalam kreativitas ekonomi lantaran mengedepankan ide dan inovasi yang terus berkembang. Hal ini dapat kamu lihat dengan semakin banyaknya model pakaian yang unik-unik dan selalu berkembang mengikuti perkembangan tren masa kini. 

2. Teknologi 

Setiap detik, setiap menit teknologi akan terus berkembang. Sepuluh tahun yang lalu, smartphone menjadi barang mahal untuk masyarakat. Kini, semua orang memiliki. Mulai dari anak-anak hingga orang tua. 



Game juga tidak kalah. Semua sudah berlomba-lomba memainkan dan ingin menjadi seorang pro-gamer. Maka, teknologi juga menjadi salah satu contoh ekonomi yang menitikberatkan pada bidang kreativitas dan inovasi. Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi akan mengalami pailit jika tidak bisa mengikuti inovasi pasar. 

3. Handicraft 

Segala hal yang berunsur kerajinan tangan dan kesenian tidak pernah lepas dari namanya kreativitas. Sebab, kamu tidak akan menemukan handicraft yang unik jika kreativitas para penciptanya stuck di tempat. 



Kini, kamu bisa menemukan banyak model tas-tas unik yang dibuat dari kerajinan rotan, tas dari anyaman bambu, atau bahkan kerajinan pahat dari kayu. Nilainya pun tidak murah, sebab untuk membuatnya pun tidak mudah. 

4. Digital Marketing

Media sosial makin banyak yang bermunculan. Semua golongan baik menengah ke bawah, menengah ke atas, dan dari segala usia menggunakan media sosial. Dari Twitter, Facebook, Instagram, hingga TikTok. 



Kini, semua media sosial itu tidak lagi hanya untuk sekadar mencari hiburan semata. Tetapi, juga bisa kamu manfaatkan untuk media pemasaran. Maka, tidak heran jika muncul industri baru yang bergerak di bidang digital marketing. Di industri ini, semua hal yang berbau content untuk blog atau media sosial akan ditangani. 

5. Kuliner 

Jika dulu kuliner hanya berkutat di warung makan dengan menu yang itu-itu saja. Kini, kuliner juga mengikuti perkembangan zaman. Banyak inovasi baru dari masakan lama. Misalnya, muncul rice box dengan berbagai lauk dan tipe masakan, mulai dari yang khas Indonesia hingga khas Jepang atau Korea. 



Selain itu, bisnis kuliner kopi kekinian juga merebak. Ini menunjukkan jika ekonomi di bidang kuliner tidak hanya berkutat di makanan, tetapi juga ke minuman khas yang dicintai anak muda. 

Jika kamu tidak punya ilmu untuk menjalankan bisnis, kamu bisa memilih menjadi investor loh, Kini, kamu bisa mendanai para pelaku ekonomi kreatif kecil agar semakin maju dan bisa mengembangkan bisnisnya melalui sistem peer to peer lending Amartha.

Bukan hanya kesempatan mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahun, tetapi kesempatan untuk menyejahterakan masyarakat pun ada di depan mata. Tunggu apa lagi? Yuk, mulai pendanaan sekarang.